EWS & DSS Banjir — Kalimantan Selatan

Early Warning & Decision Support · Berbasis Hidrologi DAS

Mode simulasi
Status Peringatan Dini
Indeks Bahaya

FHIIndeks Bahaya Banjir

Gabungan terbobot: hujan 30% · TMA 30% · kerentanan statis 25% · API 15%
dari 100
0–25 · Normal
25–50 · Waspada
50–75 · Siaga
75–100 · Awas

PrakiraanCurah Hujan 72 Jam

Proyeksi per 6 jam — dasar penentuan lead time peringatan

SebaranPeta Status Peringatan 13 Wilayah

Warna penanda mengikuti level peringatan terkini. Klik penanda untuk detail; wilayah terpilih disorot.
Normal Waspada Siaga Awas

SCS-CNSimulator Limpasan & Debit Puncak

Tautkan tutupan hutan DAS → bilangan kurva (CN) → limpasan → debit puncak. Ubah parameter untuk menguji skenario.

OutputRespons Hidrologi DAS

CN efektif
Koefisien limpasan
Kedalaman limpasan
mm
Volume limpasan
jt m³
Debit puncak (estimasi UH SCS)
m³/detik

KurvaPengaruh Tutupan Hutan terhadap Debit Puncak

Pada curah hujan rancangan terpilih — memperlihatkan jasa hidrologi hutan sebagai pengendali banjir alami.
Metode: Limpasan dihitung dengan metode SCS Curve Number (Q = (P−0,2S)²/(P+0,8S), S = 25400/CN − 254). CN efektif diturunkan dari komposit tutupan hutan (CN hutan ≈ 58, non-hutan ≈ 86) lalu dikoreksi terhadap AMC. Debit puncak memakai hidrograf satuan segitiga SCS (Qp = 0,208·A·Q/Tp). Parameter DAS bersifat representatif untuk prototipe dan perlu dikalibrasi dengan data debit terukur.

Tingkat Aksi untuk

Tanggap Darurat & Operasional

Mitigasi Struktural & Kehutanan

Logika DSS: Aksi disusun otomatis menurut level peringatan dan profil DAS. Kolom kehutanan memanfaatkan hubungan tutupan hutan–limpasan: rehabilitasi hulu DAS menurunkan CN jangka panjang sehingga mengurangi debit puncak — solusi banjir berbasis ekosistem.

KomparasiRingkasan Status 13 Kabupaten/Kota

Klik judul kolom untuk mengurutkan; klik baris untuk memilih wilayah.
WilayahLevelFHI Hujan 24jHutan % KerentananBanjir Dominan

Tujuh hal utama & prioritas yang harus dipahami

01
EWS ≠ DSSEWS = "kapan & di mana"; DSS = "apa yang dilakukan".
02
Hujan + tanah jenuhPemicu sebenarnya: hujan pada tanah yang sudah jenuh.
03
Hutan kendalikan debitHutan menurunkan CN → meredam debit puncak.
04
Satelit vs SARHujan/lengas untuk dini; SAR untuk konfirmasi luasan.
05
TMA dari lapanganTinggi muka air dari AWLR, bukan satelit.
06
Empat levelNormal → Waspada → Siaga → Awas, dari FHI.
07
Kalibrasi wajibSetel ambang dengan data banjir historis & debit.
08
Integrasi dataSkrip GEE → dss_banjir_api.php → dashboard.
Tidak ada pertanyaan yang cocok.