Menerjemahkan diagram neraca air lahan bervegetasi menjadi model kuantitatif: tutupan lahan (satu jenis tanaman), jenis tanah, dan faktor iklim digabung untuk menduga limpasan, infiltrasi, lengas tanah, dan cekaman air. Empat metode ETP dihitung berdampingan agar terlihat mana yang paling mendekati aktual untuk iklim Anda.
Pilih satu jenis tanaman dan kelas tekstur tanah. Parameter turunan (Kc, fraksi tajuk, intersepsi, kedalaman perakaran, kapasitas lapang, titik layu, dan kurva CN limpasan) terisi otomatis dan dapat Anda sunting.
Default di bawah adalah perkiraan iklim Kalimantan Selatan (monsoon) — ganti dengan data BMKG / satelit Anda (CHIRPS, IMERG, atau stasiun) untuk hasil yang sebenarnya. Kolom lanjutan diperlukan oleh Penman-Monteith & Hargreaves.
| Bulan | Hujan P (mm) | T rata (°C) | T mak (°C) | T min (°C) | RH (%) | Rs (MJ/m²/hr) |
|---|
ET₀ acuan (rumput standar) menurut empat metode. Penman-Monteith FAO-56 adalah baku internasional karena paling lengkap secara fisik (radiasi + aerodinamik), sehingga dijadikan tolok ukur. Metode lain dinilai dari simpangannya.
Alur mengikuti diagram Anda: P → intersepsi (IL) → hujan efektif (ER) → limpasan (RO) → infiltrasi (INF) → lengas tanah (SM) → evapotranspirasi aktual (ETA) → perkolasi (PC).
PBA = SM / ATT. PBA > 0,5 → tanaman normal; PBA ≤ 0,5 → cekaman kekeringan (transpiraksi menurun lewat koefisien Ks).