Panduan Q&A — EWS & DSS Banjir

Memahami Model · Parameter · Protokol Sistem · Kalimantan Selatan

Untuk Apa Panduan Ini

Memahami cara kerja sistem peringatan dini banjir

Panduan ini menjelaskan model hidrologi, parameter, dan protokol yang menjadi dasar aplikasi EWS & DSS Banjir. Tujuannya agar pengambil keputusan, petugas lapangan, dan akademisi dapat memahami bukan hanya apa yang ditampilkan, tetapi mengapa — sehingga keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Tujuh hal utama & prioritas yang harus dipahami

01
EWS ≠ DSSEWS menjawab "kapan & di mana"; DSS menjawab "apa yang harus dilakukan". Keduanya berbagi data yang sama.
02
Hujan + tanah jenuh = pemicuBanjir bukan soal hujan saja. Hujan pada tanah yang sudah jenuh (API/lengas tinggi) adalah pemicu sebenarnya.
03
Tutupan hutan mengendalikan debitHutan DAS menurunkan bilangan kurva (CN) sehingga meredam debit puncak — pengendali banjir alami.
04
Satelit untuk dini, SAR untuk konfirmasiHujan/lengas (harian) memberi peringatan dini; genangan SAR (revisit 6–12 hari) memetakan luasan saat kejadian.
05
TMA dari lapangan, bukan satelitTinggi muka air sungai kecil hanya akurat dari AWLR telemetri lapangan, bukan citra satelit.
06
Empat level peringatanNormal → Waspada → Siaga → Awas, ditentukan oleh Indeks Bahaya Banjir (FHI) terbobot.
07
Kalibrasi itu wajibSebelum operasional, ambang dan parameter harus disetel dengan data banjir historis dan debit terukur.
Tidak ada pertanyaan yang cocok. Coba kata kunci lain.